SEJARAH DAN MISTERI Sejarah || Misteri || Cerita kuno || Wali songo
4. Sunan Drajat (Raden Qosim/Raden Syaifudin) Sunan Drajat atau yang dikenal dengan nama asli Raden Qosim adalah saudara seibu dari Sunan Bonang. Menurut beberapa kisah, beliau juga dikenal dengan julukan Raden Syaifudin. Selepas ayahnya meninggal, beliau sempat belajar dan berguru ilmu agama pada Sunan Muria. Setelah itu barulah beliau kembali ke daerah pesisir Gresik yakni di Desa Jelog, pesisir Banjarwati, Lamongan.
Karena muridnya semakin banyak, maka beliau memutuskan untuk mendirikan pondok di daerah Daleman Duwur, tepatnya di Desa Drajat, Paciran, Lamongan. Di sana beliau mendapatkan ide untuk menyelipkan ajaran agama melalui suluk yang pernah dipelajarinya di tempat Sunan Muria. Suluk yang sering disampaikan pada murid-muridnya adalah “Suluk Petuah”.
Dalam suluk tersebut ada beberapa pesan-pesan yang ditanamkan dalam diri manusia, khususnya ajaran untuk menolong sesama manusia. Salah satu kutipan di dalamnya adalah “Wenehono teken marang wong kang wuto (berilah tongkat pada orang buta). Wenehono mangan marang wong kang luwe (berilah makanan pada orang yang lapar). Wenehono busono marang kang wudo (berilah pakaian pada orang yang telanjang). Wenehono ngiyup marang wong kang kudanan (berilah tempat berteduh pada orang yang kehujanan)”.
Masih ada beberapa suluk lain yang juga menjadi peninggalan dari Sunan Drajat tetapi yang terkenal adalah Suluk Petuah di atas. Hingga saat ini suluk-suluk Sunan Drajat masih diajarkan di pondok-pondok kuno di tanah Jawa.